Tantangan Pramuka Untuk Lebih Menarik Tingkat Penegak
Lahirnya Pramuka yang didasari untuk menempah watak dan keprobadian pemuda yang hidup dijamannya kini tampaknya kurang direspon oleh para pemuda-pemuda yang menjadi target utama pramuka itu sendiri diciptakan. Terkadang timbul tanda tanya sebenarnya apa yang salah dan kurang, mana yang harus di tambah dan mana yang harus diperbaiki, di pramuka itu sendiri, karna Pramuka dapat dinikmati sisi menariknya jika kita mengikuti dan berkecimpung dalam kegiatan-kegiatan pramuka itu sendiri akan tetapai kita akan membuahkan pemikiran yang memandang sebelah mata apa bila kita hanya memandang dengan sekilas kegiatan-kegiatan Pramuka itu sendiri. Keengganan siswa-siswi anak muda bisa dipahami, karena mereka mengganggap kegiatan Pramuka kurang menarik dan cenderung membosankan. Apalagi yang dipelajari lagi-lagi morse, semaphore dan tali temali. Menurut mereka semaphore dan morse sudah ketinggalan zaman karena sekarang sudah ada SMS, email, dan ponsel untuk berkomunikasi. Sedangkan tali temali sudah berganti dengan paku dan sekrup untuk memperkokoh kayu, bambu atau besi, mereka juga menganggap malas mengikuti kegiatan atau latihan pramuka yang lagi-lagi hanya upacara dan latihan materi itu-itu saja sehingga mereka mengganggap sudah bosan dan pernah mendapatkan materi tersebut sewaktu di Sekolah Dasar
Implementasi kurikulum 2013 yang memberlakukan pramuka menjadi ektrakurikuler wajib merupakan tantangan bagi pembina terutama update kegiatan yang masih menggunakan metode lama sehingga pembina mampu menghadapi perubahan sesuai dengan perkembangan anak didik yang saat ini sudah menghadapi era tekhnologi yang canggih. Pembina gerakan Pramuka di era modern ini perlu inovasi kreatif agar tetap mampu menarik perhatian siswa. Menjadi gerakan yang fleksibel, menyenangkan, dan tentu tak meninggalkan fungsinya menjadi media pendidikan karakter, pendidikan kebangsaan & kewargaan, serta pengajaran dan pelatihan soft-skill, seperti komunikasi, kepercayaan diri, dan kepemimpinan.Tantangan juga dihadapi kwartir disetiap tingkatan pertama selalu melakukan pembinaan dan kursus pembina mahir disetiap tingkatan karena masih banyak pangkalan sekolah atau madrasah yang memiliki pembina yang tidak sebanding dengan jumlah peserta didik. Hal ini menujukkan kursus pembina mahir dasar maupun lanjut harus dioptimalkan disamping untuk menutupi kekurangan pembina juga menyiapkan memperbaharui kurikulum pramuka sebagai langkah yang diambil atas kepercayaan menteri pendidikan terhadap pembentukan karakter anak didik melalui pramuka. Kedua Tantangan perkembangan zaman kini secepatnya harus dijawab. Dongkrak popularitas Pramuka dengan revitalisasi gerakan. Sesegera mungkin menginovasi diri dan membaur dalam moderenitas. Sehingga Pramuka mampu menjadi motor penggerak pendidikan karakter pemuda bangsa dan juga harus mampu menjadi pendobrak terkikisnya rasa nasionalisme anak didik pada era globalisasi saat ini.
Tantangan dipangkalan, Sekolah atau madrasah yang sebenarnya sebagai tempat utama yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak kegiatan Pramuka, juga sudah mulai meninggalkan kegiatan ini. Kurikulum dan persaingan yang hanya mementingkan prestasi akademik, semakin membuat Pramuka bukan lagi kegiatan ekstrakurikuler penting bagi menejemen sekolah. Sekolah lebih berpacu bagaimana mengejar nilai ujian nasional daripada Gerakan Pramuka yang banyak mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan, kegotongroyongan, suka menolong, cinta alam dan sebagainya. Kalaupun ada aktifis-aktifis Gerakan Pramuka, ternyata didominasi oleh orang-orang yang telah lama berkecimpung dalam Gerakan Pramuka. Tak tampak lagi muka-muka baru dalam kegiatan praktis Gerakan Pramuka di lapangan. Kalaupun ada, hanya karena disuruh atau karena ikut ikutan atau bahkan karena daripada tidak ada kegiatan. Oleh karena itu perlu membangun kembali komponen dari berbagai aspek untuk merumuskan kembali kurikulum yang benar-benar akan menjawab degradasi moral saat ini dengan berbagai aspeknya melalui kegiatan kepramukaan yang lebih menarik tentunya sesuai dengan tuntutan perkembangan saat ini.
Tantangan yang tidak kalah penting adalah dipeserta didik dimana mereka banyak yang berpendapat bahwa Gerakan Pramuka itu sudah ketinggalan jaman. Memang, di era globalisasi saat ini, bukan jamannya lagi orang diharuskan dapat berkemah, menghidupkan api unggun, atau mendaki gunung. Di dalam era globalisasi ini, orang dituntut untuk dapat bersaing dalam segala hal. Sekarang teknologi juga lebih canggih. Orang tidak perlu bersusah-susah berkomunikasi dengan menggunakan morse atau semaphore seperti dalam Pramuka karena sekarang sudah ada yang lebih canggih seperti handphone, email. Orang juga tidak perlu lagi memiliki jiwa yang ksatria dan bermoral. Lihat saja, orang sekarang lebih mementingkan kekayaan seseorang daripada moralnya. Orang tidak perlu lagi melakukan segala hal yang membuat capek dengan kondisi teknologi yang lebih canggih saat ini. Mungkin dengan diwajibkannya pramuka justru akan diterima positif sehingga pendidikan karakter yang sudah dikembangkan dikurikulum pramuka bisa masuk dengan baik pada peserta didik tentunya dengan memperhatikan aspek perkembangan peserta didik.
Tip agar kegiatan menarik bagi penegak yaitu dapat dilakukan dengan Pertama pembentukan karakter melalui kemampuan berorganisasi, dimana kegiatan kepramukaan dapat berhasil menciptakan peserta didik yang berkarakter jika pada proses pendidikannya tidak hanya mengembangan teknik kepramukaan (tekpram) semata, tetapi juga dikembangkan kemampuan, keterampilan dan sikap berorganisasi. Dalam organisasi akan diterapkan prinsip-prinsip manajemen atau pengelolaan organisasi seperti perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan/penggerakan (actuacting) dan fungsi pengawasan (controlling). Kemampuan beroganisasi atau kemampuan merencanakan, kemampuan mengorganisasi, kemampuan mengarahkan/menggerakan, dan kemampuan pengawasan dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata selepas siswa meninggalkan lembaga pendidikan. Di rumah tangga, lingkungan masyarakat dan juga lingkungan bisnis, prinsip-prinsip manajemen akan dipergunakan.
Kedua, Pendidikan Karakter Melalui Perkemahan, Terbentuknya pribadi dan karakter mandiri melalui kegiatan perkemahan merupakan salah satu perwujudan yang dapat dilihat dan diamati oleh siapapun. Pembentukan jiwa yang tangguh, tidak cepat putus asa, kedisiplinan, dan kematangan emosional juga menjadi tujuan dan sasaran kegiatan perkemahan. Di dalam perkemahan, semua kegiatan baik kegiatan pribadi maupun kegiatan kelompok/regu harus dikelola dan dilakukan oleh pribadi dan regu masing-masing. Jika dalam lingkungan keluarga, kegiatan memasak dilakukan oleh Ibu atau pembantu, maka dalam perkemahan dilakukan oleh regu/individu yang diberikan tugas. Jika dalam lingkungan keluarga, perlengkapan mandi, pakaian, dan lainnya disiapkan oleh orang tua, maka dalam perkemahan, semua keperluan dan perlengkapan tersebut disiapkan oleh anggota pramuka. Ini merupakan bentuk nyata dari penciptaan kemandirian.
Jika keseharian, biasanya peserta didik tidak memiliki program atau kegiatan yang teratur seperti belajar, bermain, nonton tv, dll. Maka dalam kegiatan perkemahan, panitia perkemahan telah merancang program yang sangat teratur dari waktu kewaktu dengan kegiatan yang syarat dengan pembentukan pribadi unggul yang harus diikuti dan ditaati setiap anggota pramuka. Ini merupakan bentuk nyata dari penciptaan kedisiplinan.
Kecerdasan sosial pun terbentuk dalam kegiatan perkemahan. Dalam Gerakan Pramuka dikenal dengan satuan regu yang terdiri dari sekurang-kurangnya 10 orang Pramuka. Ketika program perkemahan diselenggarakan, kelompok dalam satu regu akan berinteraksi untuk mengengelola dan mempersiapkan perkemahan. Sikap saling menghormati antar sesama pramuka, sikap saling menghargai, dan sikap peduli atau empati akan teruji dalam kelompok ini. Inilah beberapa bukti yang mengharuskan kegiatan kepramukaan merupakan kegiatan yang patut untuk dimasukkan menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib yang tidak hanya direkomendasikan disekolah dasar saja tetapi dapat juga direkomendasikan disekolah menengah. Paling tidak memberikan solusi pendidikan karakter anak bangsa yang saat ini masih mengkhawatirkan.
Ketiga yang tidak kalah penting adalah membuat proses latihan pramuka lebih menarik sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Selain digunakan berbagai variasi metode dalam menyajikan kegiatan pramuka khususnya pramuka penegak, dapat juga menggunakan tips agar latihan pramuka lebih menarik berikut ini : 1). Mengikutsertakan mereka dalam memimpin dan mengelola acara latihan. 2). Menciptakan suasana yang hidup, gembira, penuh tanggung jawab dan disiplin pada setiap acara latihan. 3). Menampung aspirasi anak didik yang disusun dalam bentuk acara latihan. 4). Acara latihan harus bervariasi dengan memberi tema yang berbeda pada pada tiap pertemuan. 5). Memberi selingan pada setiap pergantian mata acara yang ditugaskan kepada regu- regu secara bergantian atau bergilir 6). Acara latihan diselenggarakan tepat waktu dan menghindari waktu kosong dalam acara latihan, 7). Memberi motivasi dan bimbingan khusus kepada anak didik yang sedang dalam proses penyelesaian syarat kecakapan khusus. Atau yang ke 8). Hendaknya jangan memberi teguran keras pada seorang anak didik di depan teman- temannya karena akan menjadikan peserta didik rendah diri. Sehingga dengan mengikutsertakan peserta didik aktif dan menciptakan suasana yang mendorong mereka tertarik maka akan menjadikan kegiatan pramuka tidak lagi dikatakan sebagai kegiatan yang tidak menarik tetapi justru sebaliknya mereka akan tertantang untuk mengikuti setiap kegiatan. (Nurul Asror)
*)Penulis adalah Pembina Pramuka di MA Plus Keterampilan Al Irsyad Gajah Demak sebagai Ka Gudep dan Sekretaris PUSDIKLATCAB Kabupaten Demak, Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Demak.



sippp... salam.. pramukaa...
BalasHapus