Wawancara Eksklusif dengan Bapak Moh. Syafril Jalal (Staff Kantor Lingkungan Hidup Kab. Demak)
Berikut wawancara kami dengan Bapak Moh. Syafril Jalal (Staff Kantor Lingkungan Hidup Kab. Demak)
Menurut Pandangan Bapak, Apa yang Dimaksud dengan Adiwiyata?
Adiwiyata adalah program pemerintah yang ditujukan untuk sekolah-sekolah yang peduli lingkungan. Seluruh warga sekolah baik itu guru, murid, karyawan, dan lainnya harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah, baik itu lingkungan social, pendidikan, bahkan lingkungan sekitar yang notabennya harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya.
Bagaimana pandangan Bapak tentang program Adiwiyata yang menjadikan MA Plus Keterampilan Al Irsyad Gajah menjadi salah satu yang terbaik?
Bagaimana pandangan Bapak tentang program Adiwiyata yang menjadikan MA Plus Keterampilan Al Irsyad Gajah menjadi salah satu yang terbaik?
Yang saya lihat dari MA Plus Keterampilan Al-Irsyad Gajah adalah semangatnya menjadi yang terbaik. Walaupun memiliki keterbatasan lahan, tetapi mereka berusaha menerapkan nilai-nilai yang telah diajarkan dalam Agama Islam.
Dari kepala Madrasah, bapak Fachrurrozi S.Pd. telah mengajarkan siswa dan siswi untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan lahan. Adiwiyata di MA Plus Keterampilan Al-Irsyad telah diikuti dan disambut baik oleh siswa karena mengacu kepada hadis “Annadlofatu minal iimaan”. Hadist tersebut mengajarkan bagaimana siswa diharuskan untuk menjaga lingkungan yakni peduli dengan sampah dan peduli dengan lingkungan sekitar. Apa yang diajarkan dan dilakukan itu sudah sejalan karena prinsip pendidikan itu memberikan contoh seperti yang disampaikan Ki Hajar Dewantaraitu ketika dia didepan dia memberikan contoh, begitu dia ditengah dia menjadi penyeimbang, dan ketika dibelakang dia memberika dorongan.
Prinsip seperti ini belum di terapkan di banyak sekolah, tetapi di MA Plus Keterampilan Al-Irsyad telah menerapkan prinsip tersebut sehingga hal itulah yang menjadikan madrasah ini menjadi salah satu yang terbaik.
Menurut Bapak, Bagaimana menerapkan sikap sadar lngkungan di era modernisasi seperti sekarang ini?
Di era modern seperti ini warga masih bersikap primitive karena mereka sering menempatkan sampah tidak pada tempatnya, orang yang menganggap dirinya modern belum memiliki kesadaran bahwa sampah adalah hal yang berguna.
Sebenarnya orang modern adalah orang yang menempatkan diri. Ketika melihat sampah ia menaruh sesuai tempatnya. Seperti contoh di Negara Jepang, Negara ini patut dikatakan modern karena warganya telah memiliki kesadaran terhadap keberadaan sampah. Pemilihan sampah di Jepang disesuaikan dengan jenis maupun ragamnya. Sehingga sampah yang dibawa di TPA sangatlah minim. Adiwiyata bertujuan untuk membentuk perilaku. Orang yang modern herus berperilaku modern juga, bukannya bergaya modern tetapimasih berperilaku primitive. Seharusnya orang yang modern telah memilki sikap sadarlingkungan dan berfikir panjang untuk meletakkan sampah disembarang tempat, Karena dia berfikir apakah sampah tersebut merugikan bagi orang lain atau tidak. Perilakumodern sangat berkaitan dengan kedisiplinan, Maka dari itu kita harus menerapkan sikap kesiplinan dari dalam diri kita
Apa yang dapat kita lakukan untuk menangulangi keresahan masyarakat tentang lingkungan yang kumuh?
Masyarakat perlu disadarkan, saya kira sebagian besar masyarakat jika ditanya untuk memilih antara lingkungan kumuh atau yang bersih, tentu mereka akan memilih lingkungan yang bersih, tetapi untuk menciptakan lingkungan yang bersih itu perlu proses, sedangkan masyarakat selalu mengharapkan sesuatu yang instan. Untuk mengatasi pola kehidupan masyarakat yang salah ini, harus ada generasi muda yang mampu menjadi pelopor diantara masyarakat yeng berpola pikir seperti ini, Ada yang harus mengajak masyarakat untuk berperilaku cinta lingkungan. Generasi muda tersebut juga harus memiliki sikap yang berasal dari diri mereka sendiri serta harus memberikan tauladan yang baik bagi masyarakat. Seperti mengelola sampah dengan baik dan benar, menerapkan prinsip 3M, Pemantauan jentik dan lain-lain.
Yang dapat kita lakukan adalah bersosialisasi kepada masyarakat yang belum terlalu faham tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Walaupun terkadang masih ada yang mengabaikan hal tersebut. Tapi kita harus tetap berusaha mengubah pola pikir mereka, dengan dimulai dari diri kita sendiri untuk mengelola dan memanfaatkan sampah dirumah.Seperti membuat kompos dari sayuran dan buah-buahan yang sudah busuk, selain itu mengumpulkan sampah plastic yang dapat didaur ulang. Dengan begitu sampah yang terkumpul akan menghasilkan nilai jual dan nilai guna.
Organisasi seperti karang taruna juga dapat mengurangi keresahan masyarakat tentang sampah misal membuat kegiatan pengumpulan sampah yang kemudian dijual dan hasilnya dapat digunakan untuk memenuhi kas dan dikembalikan ke warga untuk dibelikan berbagai kebutuhan yang terkait dengan lingkungan.Sehingga masyarakat tidak lagi meresahkan sampah yang berada dalam lingkungan mereka.
Bagaimana kesan dan pesan Bapak terhadap Madrasah Aliyah Plus Keterampilan Al-Irsyad gajah yang mengikuti program Adiwiyata?
Saya sangat terkesan dengan Madrasah ini karena itu saya berharap setiap tahun siswa dan siswi serta seluruh warga sekolah menjaga dan merawat apa yang telah menjadi tanggung jawab mereka. Dan untuk mendapatkan predikat Adiwiyata itu tidak mudah, sehingga seluruh warga sekolah harus bersikap konsisten. Inti dari Adiwiyata adalah untuk membentuk karakter tentang kepedulian, empati, dan kebersamaan. Komponen dalam adiwiyata juga dapat mengajari siswa untuk berwirausaha seperti dalam kegiatan Bank Sampah, cara bercocok tanam seperti pembuatan kompos dan yang lainnya. Ketika siswa-siswi telah menyelesaikan studi nya di MA Plus Keterampilan Al-Irsyad, mereka tidak lagi merasa kebingungan untuk melajutkan ke jenjang yang berikutnya, baik itu memilih kuliah ataupun bekerja. Karena mereka telah dibekali keterampilan dari sini.Baik itu keterampilan komputer ataupun teknologi yang lainnya.
Namun, tak dapat dipungkiri bahwa keterampilan yang perlu dipelajari saat ini adalah bagaimana mengelola pertanian seperti menggarap sawah dan ladang yang menghasilkan beras organic, sayur, serta buah-buahan organic yang harganya jauh melambung tinggi dipasaran. Kami memiliki alat atau media tanam yang cocok untuk dikembangkan dilahan yang terbatas dan dapat menjaga kelembapan sehingga hanya menyiram 2 kali seminggu. Alat ini sering disebut semihidroponik. Untuk itu saya berpesan agar MA Plus Keterampilan Al-Irsyad ini selain mengembangkan keterampilan teknologi juga mengembangkan keterampilan pertanian.


Post A Comment
Tidak ada komentar :